Rabu, 18 Maret 2009

Enzim dan Koenzim

Pengertian Biokimia
Biokimia merupakan ilmu kimia yang berhubungan dengan unsur-unsur kimia pada sel hidup dan dengan berbagai reaksi dan proses yang dialaminya. Dalam setiap reaksi pasti dibutuhkan adanya katalisator. Katalisator adalah zat yang mempercepat reaksi,tapi tidak berubah karena reaksi tersebut.
Katalisator itu sendiri ada 2 macam yaitu:
1. Katalisator Protein: Enzim
2. Katalisator non protein:H,OH,ion logam

Sebagai seorang perawat kita sangat membutuhkan pelajaran tentang bikimia karena biokimia merupakan dasar dari pada kesehatan,semua penyakit mempunyai dasar dari biokimia selain itu penelitian biokimia juga turut menentukan diagnosa ,prognosis dan pengobatan penyakit.
Pengertian Enzim
Enzim ialah senyawa protein yang disintesiskan di dalam sel secara biokimiawi. Enzim merupakan biokatalis yaitu senyawa yang diproduksi oleh organisme.
Dalam mempelajari enzim kita pasti sering bertemu dengan yang namanya koenzim,holoenzim dan apoenzim.
Koenzim adalah molekul organik yang nonprotein diperlukan untuk bekerjanya enzim. Example:Vit,NAD,koenzim A.
Holoenzim adalah enzim lengkap yang terdiri dari enzim dan koenzim.
Apoenzim adalah bagian protein dari holoenzim.
Tanpa bantuan enzim maka reaksi-reaksi bio kimia akan berjalan lambat, dan membutuhkan suhu atau tekanan yang ekstrem. Enzim akan mempercepat jalannya reaksi kimia tanpa ikut hadir dalam produk akhir reaksi tersebut. Reaksi antara enzime dan substrat akan membentuk kompleks enzim substrat, yang selanjutnya akan berpisah menjadi enzim dan produk. Hidrolisis merupakan jenis reaksi katalis enzim.
Spesifitas(Substrat & Reaksi yang dikatalis) Enzim:
  1. Spesifitas Optis ;Hanya bekerja pada optik spesifik dan pada salah satu isomer yang ada. Contoh:tripsin,kimotripsin dan elastase, hanya memecah polimer asam L-amino# asam D-amino.
  2. Spesifitas Gugus ;Hanya bekerja pada gugus yang spesifik. contoh:tripsin memecah hanya ikatan peptida pada sisi karboksil residu argini dan lisin.
Perbedaan antara Enzim dan Koenzim:
1. Enzim
  • Merupakan suatu biokatalisator
  • Bersifat termolabil
  • Bersifat spesifik dalam melaksanakan fungsinya
  • Dirusak oleh logam berat
  • Aktifitas enzim diukur dengan kecepatan reaksi enzimatik
  • Letak enzim tertentu didalam sel
  • Hanya mengkatalis satu macam reaksi
2. Koenzim
  • Senyawa organik yang diperlukan untuk aktifitas suatu enzim tertentu
  • bersifat termostabil
  • Berat molekul rendah
  • Banyak koenzim yang merupakan derivat vitamin B
  • Bisa di anggap sebagai substrat kedua.
Penggolongan Enzim
berdasarkan Jenis Reaksi yangDikatalis:
  1. Oksideruduktase:mengkatalis reaksi oksidasi-reduksi.
  2. Transferase:mengkatalis reaksi pemindahan berbagai gugus amino,karboksil,karbonil,metil,asil,glikosil atau fosforil.
  3. Hidrolase:mengkatalis pemutusan ikatan kovalen sambil mengikat oksigen.
  4. Liase:mengkatalis pemecahan ikatan kovalen tanpa mengikat air.
  5. Isomerase:mengkatalis reaksi isomerisasi.
  6. Ligase/Sintetase:mengkatalis pembentukan ikatan. .
Beberapa enzim penting yang berasal dari hewan.
1.Enzim Kemotripsin, sumber pankreas.
2. Enzim Katalase,Sumber Hati.
3. Enzim Lipase,Sumber pankreas.
4. Enzim Rennet,Sumber Abomasum.
5. Enzim Tripsin,Sumber Pankreas

Beberapa enzim penting yang berasal dari tanaman:
1. Enzim aktinidin,Sumber buah kiwi.
2. Enzim a-amilase, sumber kecambah barley.
3. Enzim bromelin,sumber getah nanas.
4. Enzim Lipoksigenase,sumber kacang kedelai.
5. Enzim papain,sumber Getah pepaya.

Faktor yang mempengaruhi reaksi enzimatis:
  1. Kadar enzim
  2. Kadar substrat
  3. suhu
  4. kadar koenzim
  5. oksidasi
  6. radoiasi
  7. pH
  8. inhibitor

Penghambat aktivitas enzim:

1. Kompetitif

  • Inhibitor:senyawa analog substrat
  • struktur I = struktur S
  • I mengikat enzim pada tempat pengikatan substrat

2. Non-kompetitif

  • Reversible : I terikat pada E di tempat yang berlainandengan S.
  • Irreversible : struktur I # S merubah struktur S.

Faktor yang mempengaruhi kerja Enzim:

  1. Enzim bekerja pada suhu optimum
  2. Enzim bekerja pada kisaran pH tertentu.
  3. Peningkatan konsentrasi enzim akan meningkatkan kecepatan reaksi enzimatik.
  4. Bila konsentrasi substrat di naikan maka kecpatan reaksi akan meningkat sampai pada suatu batas maksimum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan beri komentar pada blog saya